-->

Senin, 10 September 2012

JANGAN TAKUT MATI UNTUK NKRI

Saya setuju banget sama ini. baca deh.. ini hanya copas, tanpa ada kata-kata yang diedit .
Dalam kitab hadits Jami'ush shoghir jilid 1 bab huruf tsa' Nabi Muhammad SAW menerangkan tanda tanda orang munafik. Hal ini perlu disampaikan mengingat akhir akhir ini muncul kelompok islam garis keras yang hendak mengingkari kesepakatan para pendiri bangsa indonesia tentang negara kesatuan republik indonesia (NKRI).

Dalam hadits itu disebutkan, orang munafik memiliki 3 tanda. Jika 3 tanda itu ada pada diri seseorang maka ia adalah munafik.
1. Tatkala berbicara ia dusta.
2. Tatkala berjanji tidak ditepati.
3. Tatkala diberi amanat/kepercayaan ia khianati.
Walaupun mengaku beragama islam, melaksanakan puasa dibulan Romadhon, sholat lima waktu, ibadah gaji, umroh, tetapi jika 3 tanda itu melekat padanya maka orang seperti itu tetap munafik. Dan orang munafik itu tempatnya disiapkan di neraka.
Setelah selama 434 tahun mengalami susah payah, pengorbanan jiwa dan harta benda yang tidak terhingga, bangsa indonesia akhirnya dapat lepas dari penjajahan. Tapi setelah merdeka dari penjajah, bangsa indonesia masih saja menghadapi persoalan yang rumit. Apa itu ? Menyangkut kesepakatan mengenai dasar negara.
Indonesia ini bangsa yang majemuk, agama yang dianut penduduknya beragam. Ada yang beragama hindu, budha, katolik, kristen protestan, dan mayoritas beragama Islam. Muncul persoalan negara apa yang hendak di dirikan. Apakah berdasarkan agama hindu katolik budha kristen protestan atau agama Islam. Jika demikian itu namanya negara agama. Orang Islam ngotot bahwa negara harus berdasarkan agama Islam tapi tuntutan itu membuat penganut agama lain tidak suka. Jika tidak menghendaki negara berdasarkan salah satu agama, tapi juga tidak mau mendirikan negara netral dari agama. Negara seperti apa kok contohnya belum ada, bukan negara agama, bukan negara netral agama. Ini sulitnya bukan main.
lima orang tokoh antara lain Drs. Much. Hatta, Mr. Hasan dari aceh, Kasman Singodimejo, KH. Wachid Hasyim (seorang ulama' besar Nahdhotul Ulama- NU), Ki bagus hadi (ulama besar Muhammadiyyah) sepakat 7 kata di belakang ketuhanan diganti 3 kata yaitu yang maha esa dan tanda koma di belakang ketuhanan dihapus. Menjadi Ketuhanan yang Maha Esa. Dan dua tokoh besar KH. Wachid Hasyim dan Ki bagus hadi kusumo sepakat "yang maha Esa" diberi makna tauhid.
Setelah selesai, kira kira kurang lima belas menit, hasil kesepakatan itu kemudian diajukan pada rapat panitia persiapan kemerdekaan indonesia (PPKI) yang pesertanya berjumlah 27 orang. Alhamdulillah usulan kesepakatan 5 tokoh itu diterima. Karena kesepakatan itu negara kesatuan republik indonesia tidak sampai pecah belah dan akhirnya pada tanggal 18 agustus 1945 negara resmi berdiri. Jadi yang mempersatukan semua golongan yang ada di bangsa yang majemuk ini adalah tiga kata yang maha esa. Ini konsensus dasar, kesepakatan dasar dan begitulah sejarah berdirinya NKRI ini sampai sekarang.
Di alenia ke 4 pembukaan UUD 1945, ketuhanan yang maha esa itu menjadi dasar pertama;
1. Ketuhanan yang maha esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Sayang akhir akhir ini ada pihak dari luar yang sengaja ikut naik satu satunya kapal NKRI ini. Mereka menggarap organisasi organisasi islam aliran keras yang tujuannya mengganti NKRI dengan negara khilafah.
Kalau sampai ada yang ikut berarti menjadi kelompok orang khianat terhadap konsensus itu. Dalam Al Qur-an diterangkan, Alloh tidak suka kepada orang orang khianat. Tentang kelompok itu mungkin saja pemerintah sendiri tidak terasa, karena lemah. Namanya Hizbut Tahrir, terhadap ancaman ini kita harus berani, harus benar dan pandai untuk membela NKRI. Sudah tidak bisa ditawar tawar lagi.
Bendera negara kita merah putih. Merah diberi makna berani, bukan berani karena takut, bukan berani karena terpaksa tapi berani karena benar. Sedang putih maknanya suci, bukan berani korupsi. Berani korupsi itu berani yang kotor, termasuk khianat. Lisan mengucapkan cinta tanah air tapi prakteknya menggerogoti tanah air.
Dunia ibarat lautan karangnya tajam tajam gelombangnya sangat besar. Dan negara negara itu ibarat kapal berlayar diatas lautan dunia yang luas. Begitu pula negara kita ini. Kalau bukan kita yang melaha dan kalau bukan kita sendiri yang mencintai, lalu siapa ? Apakah kita ingin ikut menjadi munafik yang dilaknati Alloh ? Tentu tidak.
Kalau tidak mau nasionalis jangan menyebut indonesia. Al Qur-an surat Hujurot menerangkan, yaa ayyuhannasu inna kholaqnakum min dzakarin wa untsaa...."wahai manusia saya (Alloh) jadikan kamu itu bangsa bangsa. Penciptaan manusia menjadi berbangsa bangsa itu menunjukkan nasionalis" mencintai bangsa dan tanah airnya.
Mengganti menjadi negara islam. Manakah dalilnya dalam Al Qur-an ? Tidak ada negara islam dalam Al Qur-an itu. Itu hanya kedok saja.
Inti ajaran islam itu tauhid dan dasar negara kita ketuhanan yang maha era itu kti tauhid. Mengapa tauhid akan digusur ? Hati hati ! Di yordania aliran keras ini sudah dilarang. Di mesir dilarang di malaysia dilarang di yaman dilarang tapi di indonesia tidak dilarang. Kenapa ? Karena lemah.
Ada ulama besar timur tengah. Setelah lama di indonesia dan diberi keterangan masalah pancasila, beliau merasa maju. Sesudah menerima penjelasan mengenai pancasila beliau lantas membenarkan ramalan orang eropa yang pernah didengarnya. Bahwa dimasa mendatang, mungkin negara indonesia akan mejadi super power perdamaian dunia. Sebagai orang arab, kata orang itu, saya maju. Negara kami satu bangsa satu budaya satu bahasa satu agama, tapi mengapa kami tidak bisa bersatu, malah pecah belah menjadi 20 negara. Kenapa tidak bisa mendirikan negara kesatuan arab. Seperti indonesia, agama penduduknya macam macam ada hindu budha kristen islam, sukunya 300 lebih, pulaunya lebih dari 13 ribu, kekayaanya melimpah tapi bisa bersatu, NKRI. Itu ajaib.
Katanya akan mengislamkan islam. Bayangkan kata kata itu ! Kata kata itu jelas menunjukkan yang pertama digarap adalah orang orang islam seperti NU, Muhammadiyyah, termasuk shiddiqiyyah. Mengapa tidak mau menggarap orang kristen ? Masak orang kristen akan didalili dengan Al Qur-an. Al Qur-an cuma dijadikan alat untuk menipu. Aliran jihadi keras, aliran salafi wahabi keras, hizbut tahrir atau hizbut thoghut (tersesat) keras.
Seandainya organisasi lain tidak ada yang berani melawan, biar shiddiqiyyah sendiri yang melawan. Dan seandainya tidak ada yang membantu shiddiqiyyah, saya cari teman sendiri. Apa itu ? Nyamuk kerikil angin tawon itu bisa dijadikan teman. Oleh sebab itu jangan dikira shiddiqiyyah itu lunak lembut santun tidak bisa keras. Kalau pendidikan memang mematuhkan santun dan halus. Terserah manfaatnya saja. Kalau lunak ya lunak kalau keras ya bisa keras. Tapi kalau ada yang mengutak atik NKRI tidak boleh dibiarkan.
Oleh sebab itu seluruh warga thoriqoh Shiddiqiyyah harus betul betul membela NKRI. Jangan takut mati, kalau mati, mati sahid.