Kata singkat
yang ku kenal aadalah " I "
Kalimat yang terindah
yang ku tau adalah " Love "
Selasa, 14 Februari 2012
TIPS MENGATASI BATU URIN
1. Banyak minum air putih
Tubuh membutuhkan air 2-3 liter dalam sehari.Fakta menunjukkan bahwa 35% penderita batu urin minum kurang dari 1 liter sehari. Kurangnya cairan akan mempermudah terbentuknya batu urin dalam ginjal
2. Olahraga teratur
Salah satu unsur terbentuknya batu urin adalah kalsium.Pada saat berolah raga,sejumlah besar kalsium keluar dari aliran darah dan masuk kedalam tulang.Dengan berkurangnya kalsium darah,maka resiko terbentuknya batu urin pun berkurang
Senin, 13 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Perubahan Wujud Garuda Pancasila Sejak Kemerdekaan Hingga Sekarang
Kalau kemarin posting tentang "Arti Dan Makna Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila" sekarang saya sudah posting yang baru, tentang perubahan wujud garuda pancasila sejak kemerdekaan hingga sekarang.
sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.
Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
LAMBANG PERTAMA:

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.
Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
LAMBANG PERTAMA:

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Raflesia Dalam Masa Kepunahan
Bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii, yang banyak terdapat di Pulau Sumatera masih minim perhatian. Padahal, flora langka itu kini sedang dalam masa kepunahan.
Demikian disampaikan dosen Kehutanan Universitas Bengkulu, Dr Agus Susetya, ketika melihat bongkol bunga rafflesia di Hutan Lindung Bukit Daun, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. ”Di dunia, bunga rafflesia sekarang masuk dalam kategori terancam punah. Namun, menurut saya justru sedang dalam masa kepunahan,” kata Agus.
Menurut Agus yang juga penemu Rafflesia bengkuluensis tahun 2005 itu, proses kepunahan rafflesia disebabkan beberapa hal. Pertama, reproduksinya yang sulit dan penyebarannya yang masih misteri. Kedua, perhatian pemerintah minim. Pemerintah memang telah memasukkan rafflesia ke dalam flora langka yang dilindungi. Namun, personel di lapangan yang menegakkan aturan itu kurang.
Terjang
mulai terdesis jeritannya yang patutnya lantang berdamping awan
mulai bergejolak mengecam semua kedudukan
aku terpaku... aku terpana.. dan..... diam
sejenak takut namun menantang
walau tiada dapat sesuatu kubuat
aku tetap tegak
aku tau aku akan luka
aku tau aku akan jatuh
aku tau mungkin kelak aku akan tiada
namun bukan itu ikrar yang menombak ujung kakiku
tapi, hal yang membuatku tetap menyongsong gelegar itu ialah
bahwa kutau setiap langkahku, nafasku, akan berputar dan akan berhenti sewaktu-waktu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
mulai bergejolak mengecam semua kedudukan
aku terpaku... aku terpana.. dan..... diam
sejenak takut namun menantang
walau tiada dapat sesuatu kubuat
aku tetap tegak
aku tau aku akan luka
aku tau aku akan jatuh
aku tau mungkin kelak aku akan tiada
namun bukan itu ikrar yang menombak ujung kakiku
tapi, hal yang membuatku tetap menyongsong gelegar itu ialah
bahwa kutau setiap langkahku, nafasku, akan berputar dan akan berhenti sewaktu-waktu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
Enaknya, Ambil Jurusan Apa Ya?
Pilihan mengenai konsentrasi studi yang diambil tergantung pada minat masing-masing individu. Minat akan sangat menentukan keberhasilan. Sebab, rahasia dibalik kebahagiaan adalah mampu mencintai apapun yang dilakukan dalam hidup. Jadi, apa yang harus dilakukan agar mampu menentukan pilihan studi yang sesuai minat dan kesenangan?
Yang pasti, temukan konsentrasi studi yang tepat, universitas yang tepat,
dan Anda akan terinspirasi untuk meraih kesuksesan.
1. Apa yang benar-benar Anda minati?
Poinnya, bukan mengenai dalam hal apa Anda dapat menghasilkan sesuatu yang
baik, tetapi apakah Anda senang melakukannya? Anda mungkin saja bagus dalam
pelajaran Matematika, tetapi Anda memilih untuk menghabiskan akhir pekan dengan
mengutak-atik komputer tua. Maka, spesifikkan minat Anda.
2. Mengapa?
Merupakan hal yang penting untuk berpikir mengapa Anda tertarik pada sebuah
bidang studi. Apakah karena Anda menyenanginya atau bayangan akan masa depan
yang cerah? Atau, jangan-jangan hanya karena memenuhi keinginan orangtua?
Dengan mempertanyakannya kepada diri sendiri, Anda akan lebih dapat memutuskan
mana yang akan Anda pilih.
Langganan:
Postingan (Atom)



