Kata singkat
yang ku kenal aadalah " I "
Kalimat yang terindah
yang ku tau adalah " Love "
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Terjang
mulai terdesis jeritannya yang patutnya lantang berdamping awan
mulai bergejolak mengecam semua kedudukan
aku terpaku... aku terpana.. dan..... diam
sejenak takut namun menantang
walau tiada dapat sesuatu kubuat
aku tetap tegak
aku tau aku akan luka
aku tau aku akan jatuh
aku tau mungkin kelak aku akan tiada
namun bukan itu ikrar yang menombak ujung kakiku
tapi, hal yang membuatku tetap menyongsong gelegar itu ialah
bahwa kutau setiap langkahku, nafasku, akan berputar dan akan berhenti sewaktu-waktu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
mulai bergejolak mengecam semua kedudukan
aku terpaku... aku terpana.. dan..... diam
sejenak takut namun menantang
walau tiada dapat sesuatu kubuat
aku tetap tegak
aku tau aku akan luka
aku tau aku akan jatuh
aku tau mungkin kelak aku akan tiada
namun bukan itu ikrar yang menombak ujung kakiku
tapi, hal yang membuatku tetap menyongsong gelegar itu ialah
bahwa kutau setiap langkahku, nafasku, akan berputar dan akan berhenti sewaktu-waktu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
Selasa, 31 Januari 2012
Lentera Paling Terang
Perlukah ku anyam kata kias untuk tebus salahku...
haruskahku tancapkan tonggak kata terimakasih untuk bayar hutangku
tak ku lakukan itupun, kau tak kan terganggu,,
dawai pinta mu jadi kewajiban ku..
Namun serupa petir pun tak gentar lha aku...
karena kau yang meminta ku, kau yang buat kehangatan ku ketenangan
jiwa ku..
kaulah lentera ku...
Lentra paling terang dalam buku makhluk yang diciptakan Tuhanku...
hanya untukmu ibu,
berjuta kata terangkai santun hanya untuk mu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
haruskahku tancapkan tonggak kata terimakasih untuk bayar hutangku
tak ku lakukan itupun, kau tak kan terganggu,,
dawai pinta mu jadi kewajiban ku..
Namun serupa petir pun tak gentar lha aku...
karena kau yang meminta ku, kau yang buat kehangatan ku ketenangan
jiwa ku..
kaulah lentera ku...
Lentra paling terang dalam buku makhluk yang diciptakan Tuhanku...
hanya untukmu ibu,
berjuta kata terangkai santun hanya untuk mu
Karya: Ezanda Vozza Diah Pitaloka
Kamis, 22 Desember 2011
Puisi Untuk Ibu
Luasnya hamparan jerih lelah
Membesarkan anakmu yang penuh salah
Yang selalu kau buka celah
Pintu maaf untuk anakmu yang goyah
Membesarkan anakmu yang penuh salah
Yang selalu kau buka celah
Pintu maaf untuk anakmu yang goyah
Ibu, kau tak pernah berdesah
Dalam kehidupan penuh gelisah
Kau sedih bila ku menyerah
Kau berdoa agar ku terarah
Dalam kehidupan penuh gelisah
Kau sedih bila ku menyerah
Kau berdoa agar ku terarah
Walau kelak Surga mengarah
Selamanya hati tak ‘kan berpisah
Cinta ada di setiap langkah
Kasih mengalir di dalam darah
Selamanya hati tak ‘kan berpisah
Cinta ada di setiap langkah
Kasih mengalir di dalam darah
Ibu, kau matahari yang bersinar cerah
Membuat hari-hariku terasa indah
Menuntunku agar tak salah melangkah
Menjagaku hingga tiba di tanah
Membuat hari-hariku terasa indah
Menuntunku agar tak salah melangkah
Menjagaku hingga tiba di tanah
Sebuah puisi dari anakmu terkasih
Dari sungai kehidupan cinta kasih
Bermuara di lautan terima kasih
Untuk pengorbanan Ibunda terkasih
Dari sungai kehidupan cinta kasih
Bermuara di lautan terima kasih
Untuk pengorbanan Ibunda terkasih
karya: Tri Andry
Selamat hari Ibu, 22 Desember 2010.
Semoga Tuhan memberkati Ibu saya, Ibu-nya teman2, dan semua Ibu di dunia :)
Langganan:
Komentar (Atom)



